Jumat, 17 Januari 2014

Ilmu Budaya Dasar Bab 1 - 3


BAB I
ISD sebagai salah satu MKDU

1.1         PENGERTIAN ISD
Tanpa kita sadari, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, telah lahirlah berbagai macam mata pelajaran disiplin ilmu.
Sejak zaman nenek moyang kita masih bernafas dibelantara bumi yang luas ini, ilmu pengetahuan pun sudah menopang diantara kehidupan mereka. Sebut saja seperti ilmu filsafat yang menjadi induk dari segala banyaknya ilmu pengetahuan. sebab dari itu, menculnya ilmu2 lain, yang dikelompokkan menjadi 3 :
1.      Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.
2.      Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.
3.      Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.
Namun bagaikan sebuah bangunan. Apalah artinya kita membangun sebuah rumah yang megah tetapi kita tidak memperhatikan seberapa kokohnya pondasi dari bangunan tersebut. Apabila angin datang, runtuhlah bangunan tersebut dan tidak ada gunanya lagi dari bangunan megah yang kita bangun secara perlahan itu. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti diatas, maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.
Ilmu Sosial Dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (secara fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social, seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
Ilmu Sosial Dasar bukan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan. Ilmu sosial dasar ini adalah disiplin ilmu yang lain daripada yang lain. Karena ilmu sosial dasar tidak memiliki objek dan metode ilmiah untuk diadakan percobaan atau penelitian.
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Mata kuliah Ilmu sosial dasar diberikan untuk menjadi dasar dari proses berfikir. Dan juga agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
1.      TUJUAN
Sama halnya dalam bidang- bidang yang lain, tujuan pembelajaran IPS bertumpu pada yang lebih tinggi. Secara intruksional tiap jenis dan jenang pendidikan. Akhirnya tujuan kurikuler secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan Intruksional atau tujuan pembelajaran. Tujuan IPS yaitu :
membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam bermasyarakat.
Membekali peserta didik dengan mengidentifikasi, menganalisa dan meyusun alternative pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Membekali perserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesame warga masyarakat dan dengan berbagai keilmuan serta berbagai keahlian.
Memiliki kesadaran, keterampilan, dan sikap mental yang positif dalam bermasyarakat.

1.2         ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya berkesinambungan dan memiliki persamaan serta perbedaan. (sumber : http://ariefsz.blogspot.com.).
Adapun persamaan antara keduanya adalah :   
a.      Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
b.      Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c.       Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.


Adapun perbedaan antara keduanya adalah :
a.      Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b.       Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
c.       Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.

1.3         RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Sepatutnya agar kita dapat menelaah masalah-masalah sosial, diadakan identifikasi terhadap kenyataan-keyataan sosial dan memahami terhadap konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :
1.      Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat
Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latarbelakang disiplin ilmu atau sudut pandang. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
2.      Konsep-konsep sosial dalam Ilmu Pengetahuan sosial.
Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep "keanekaragaman" dan konsep "Kesatuan sosial". Bertolak dari kedua konsep tersebut di atas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat :
a.      Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok/golongan.
b.      Persamaan dan perbedaan kepentingan.
Persamaan dan perbedaan itulah yang menyebabkan sering timbulnya pertentangan/konflik, kerja-sama, kesetia-kawanan antar individu dan golongan.

3.      Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat
Biasanya timbul karena kenyataan-kenyataan sosial yang satu dengan lainnya saling berkaitan.
Berdasarkan bahan kajian seperti diatas, dapat dijabarkan lebih lanjut ke dalam pokok bahasan dan sub pokok bahasan. Konsorsium Antar Bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan. Dari kedelapan Pokok Bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.      Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3.      Masalah pemuda dan sosialisasi.
4.      Masalah hubungan antara warga negara dan negara.
5.      Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.      Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7.      Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
8.      Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.


BAB III
Konsepsi ilmu budaya dasar dan kesusastraan

3.1         Pendekatan Kesusastraan
Ø  IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Ø  Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umunmya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya tennasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, clan. sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.
Ø  Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.
Ø  Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
Ø  Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
Ø  Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dart pengamatan orang lain.
Ø  IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.
Ø  Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dart disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

3.2         Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan prosa
Ø  Pengertian Prosa
Cerita fiksi atau cerita rekaan yang memiliki pelaku, alur, waktu yang dihasilkan oleh daya imajinasi, yang di dalamnya terdapat pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis.
Ø  Jenis-jenis Prosa
Terdapat dua jenis dalam Prosa, yaitu Prosa Lama dan Prosa Baru.
Prosa Lama terdiri dari :
-          Dongeng yang berarti cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi
-          Hikayat yang artinya adalah cerita pelipur lara yang sulit diterima oleh akal, merupakan cerita rekaan, tetapi memiliki pesan dan amanat bagi pembacanya.
-          Sejarah artinya pengetahuan atau kejadian maupun peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
-          Epos yaitu adalah sebuah syair panjang yang menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan.
-          Cerita Pelipur Lara yaitu cerita yang dibuat seakan-akan untuk menghibur hati yang sedang sedih atau menghilangkan kesedihan yang timbul dalam pikiran.

Prosa Baru terdiri atas :
-          Kisah merupakan cerita tentang kejadian, riwayat yang bersifat naratif yang terjadi dalam kehidupan seseorang.
-          Cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya.
-          Novel karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.
-          Biografi adalah kisah atau keterangan hidup seseorang
-          Otobiografi adalah kisah atau perjalanan hidup seseorang yang ditulis sendiri oleh orang tersebut.

Ø  5 komponen dalam Prosa Lama
a)         Fable yaitu cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang, yang isi dari ceritanya lebih memberikan pendidikan moral dan budi pekerti. Contohnya fable yang terkenal di Indonesia yaitu cerita si Kancil. Terdapat beberapa penulis fable terkenal di dunia, misalnya Phaedrus (mantan budak kaisar Agustus), Marthin Luther (tokoh keagamaan di abad pertengahan), dan lain-lain.
b)        Legenda merupakan cerita rakyat pada zaman dahulu kala yang mempunyai hubungan dengan peristiwa sejarah yang sudah terjadi. Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distrsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, apabila legenda hendak digunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah maka harus dibersihkan dahulu bagian-bagian yang mengandung folklore.
c)         Cerita Rakyat (folklore)
Cerita rakyat adalah cerita pada masa lampau yang menjadi cirri khas suatu daerah yang memiliki budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah daerah itu sendiri.
d)        Tambo
Suatu karya sastra yang menceritakan sejarah (asal-usul) suku bangsa, negeri, dan adat. Karya sastra sejarah ini biasa disebut dengan Historiografi Tradisional. Penulisan sejarah suatu negeri berdasarkan anggapan atau kepercayaan masyarakat setempat secara turun-temurun.
e)        Cerita Pelipur Lara
Merupakan cerita yang dibuat seakan-akan untuk menghibur hati yang sedang sedih atau menghilangkan kesedihan yang timbul dalam pikiran.


Ø  5 komponen dalam Prosa Baru
a.       Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
b.      Riwayat adalah adalah catatan singkat tengatang gambaran diri seseorang. Selain berisi data pribadi, gambaran diri itu paling tidak harus di isi keterangan tentang pendidikan atau keahlian dan pengalaman. Dengan data itu riwayat hidup akan memberikan gambaran atau kualifikasi seseorang.
c.       Antologi
Antologi secara harfiah diturunkan dari kata bahasa Yunani yang berarti ” atau “kumpulan bunga” yang berarti sebuah kumpulan dari karya-karya sastra. Awalnya definisi ini hanya mencakup kumpulan puisi (termasuk syair dan pantun) yang dicetak dalam satu volume. Namun, antologi juga dapat berarti kumpulan karya sastra lain seperti cerita pendek, novel pendek, prosa, dan lain-lain. Dalam pengertian modern, kumpulan karya musik oleh seorang artis, kumpulan cerita yang ditayangkan dalam radio dan televisi juga tergolong antologi.
d.      Resensi
Resensi merupakan suatu ulasan atau tulisan mengenai sebuha hasil karya, misalnya tentang film, novel, buku, majalah, komik, dan lain-lain. Tujuan dari pembuatan resensi yaitu memberikan informasi kepada pembaca bahwa hasil karya tersebut.
e.      Kritik
Kritik adalah analisis untuk menilai suatu karya sastra. Tujuannya bukan untuk menunjukkan keunggulan, kelemahan, kebenaran, atau kesalahan suatu krya tetapi lebih kepada mendorong sastrawan untuk menciptakan sastra setinggi mungkin dan mendorong pembaca untuk mengapresiasi karya sastra secara lebih baik.

3.3         Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi
Prosa didefinisikan sebagai cerita fiksi atau cerita rekaan yang memiliki pelaku, alur, waktu yang dihasilkan oleh daya imajinasi. Prosa fiksi adalah prosa yang menggambarkan cerita, dan di dalamnya terdapat pesan moral yang ingin disampaikan.
§  Nilai-nilai yang terdapat dalam prosa fiksi, antara lain:
1.         Prosa Fiksi memberikan kesenangan
Dengan membaca prosa fiksi pembaca akan diajak masuk ke dalam alur cerita, seakan akan sedang menelusuri tempat yang belum pernah dijelajah sebelumnya, dan menciptakan imajinasi yang menyenangkan.
2.         Prosa Fiksi memberikan Informasi
Pembaca akan mendapatkan informasi dari unsure eksternal pengarangnya, yang biasanya menceritakan keadaan sekitarnya, atau angan-angan yang terdapat dalam cerita.
3.         Prosa Fiksi memberikan Warisan Budaya
Prosa Fiksi biasanya memberikan informasi kebudayaan yang terjadi di masa lampau, peninggalan, dan hal-hal lain. Kebudayaan inilah yang akhirnya diturunkan dari generasi ke generasi.
4.         Prosa Fiksi memberikan Wawasan
Dengan membaca Prosa Fiksi, pembaca akan diberikan cerita yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Di dalam cerita tersebut sering timbul konflik-konflik atau permasalahan yang terjadi. Karena itu, pembaca akan diajak untuk memberikan pandangan atau perspektif tentang masalah tersebut yang akan menambahkan wawasan pembaca itu sendiri.

§  Karya-karya sastra yang terkenal, antara lain :
1.       Tiga Menguak Takdir (Chairil Anwar, Asrul Sani, Rivai Apin)
2.       Sitti Nurbaya (Marah Rusli)
3.       Azab dan Sengsara (Merari Siregar)
4.       Deru campur debu (Chairil Anwar)

§  Contoh Prosa :
Angkatan Pujangga Baru/Dekade 30-an dengan tokoh-tokohnya:                                        
a. Sutan Takdir Alisyahbana dengan karyanya roman “Layar Terkembang” dan
kumpulan puisi “Tebaran Mega”.
b. Amir Hamzah dengan karyanya kumpulan puisi “Buah Rindu” dan “Nyanyi Sunyi”.
c. Armijn Pane dengan karyanya roman “Belenggu”.
d. Sanusi Pane dengan kumpulan puisinya “Madah Kelana” dan drama “Manusia Baru”
e. Y.E. Tatengkeng dengan kumpulan puisinya “Rindu Dendam”.
f. HAMKA dengan romannya “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”.



3.4         Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Puisi
                    I.          Pengertian Puisi
Menurut Kamus Pelajar yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi berisi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa artistik/estetik yang padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.

                  II.          Kreativitas Penyair dalam membangun Puisi
a.       Terdapat figura bahasa, seperti terdapat majas personifikasi, metafora, perbandingan, sarkastik, yang bertujuan untuk memberikan deskripsi yang lebih jelas kepada pembacanya.
b.      Memiliki kata-kata yang ambigu yang memiliki banyak tafsir sehingga pembaca memiliki persepsi yang berbeda-beda
c.       Memiliki kata-kata yang berjiwa contoh kata-kata yang berisi perasaan sehingga puisi terasa sangat hidup dan menyentuh perasaan
d.      Terdapat kata-kata yang konotatif
e.      Tedapat kata-kata pengulangan yang tujuannya untuk menegaskan, dan menggugah hati pembaca puisi.

                III.          Alasan-alasan penyajian puisi dalam Ilmu Budaya Dasar
-            Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
-            Puisi dengan keinsyafan/kesadaran individual
-            Puisi dengan keinsyafan sosial

               IV.          Contoh Puisi
Aku 
(Chairil Anwar)

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Source :
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kamus Pelajar: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Jakarta: Pusat Bahasa





Tidak ada komentar:

Posting Komentar