BAB X
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
10.1 Pengertian kegelisahan
Kegelisahan adalah hal yang tidak terduga rupanya,
bisa dirasakan sebelum sesuatu hal terjadi pada saat hal itu terjadi, atau
bahkan setelah hal itu terjadi. Sekarang bagaimana kita dapat mengendalikan
kegelisahan itu agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan efek yang justru
mengganggu kehidupan dan perasaan kita. Jadi setiap ada hal apapun yang membuat
kita gelisah maka kita harus bersugesti hal yang baik agar membuat kita tenang,
dan selalu mengambil hikmah dari apapun yang terjadi. Efek kegelisahan bisa
timbul karena ada perlakuan yang tidak positif dari dalam diri kita sendiri.
Maka dari karena itu apabila kita melakukan suatu kejadian atau perbuatan harus
di usahakan sebisa mungkin menjalankannya dengan baik.
Kegelisahan di dalam bahasa sekarang disebut dengan
galau. Galau ini banyak contoh kasusnya, seperti masalah cinta, pekerjaan,
keluarga, dan lainnya. Manusia yang merasa gelisah seringkali tidak dapat
menjalankan pekerjaan dengan baik karena selalu merasa tidak tenang dalam
hidupnya.Bahkan orang tersebut tidak memiliki dasar dalam melakukan suatu
kegiatan.Semua itu di sebabkan oleh karena manusia mempunyai hati dan perasaan
yang takut akan kehilangan nama baik dsb.Bentuk kegelisahan bisa
bermacam-macam,misalnya merasa terasing,kesepian dan ketidakpastian akan suatu
masalah.
10.2 Sebab – sebab orang gelisah
Apabila
kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah
karena pada hakekatnya orang takut
kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu
ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari
dalam. Contoh:
Bila ada suatu tanda
bahaya (bahaya banjir, gunung meletus, atau
perampokan), orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya itu
mengancam akan hilangnya beberapa hak
orang sekaligus. misalnya hak
hidup, hak milik, hak memperoleh
perlindungan, hak kemerdekaan hid up, dan mungkin
hak nama baik.
10.3 Usaha mengatasi kegeisahan
usaha untuk mengatasi
kegelisahan ini yaitu pertama tama kita harus bersikap tenang, berfikir tenang sehingga jalan keluar dari masalah akan kita
bisa atasi.
cara kedua yg digunakan untuk mengatasi kegelisahan bisa dengan jalan intropeksi, misal :
1.akibat yang paling buruk yang manakah yang akan kita tanggung
2.akibat yang paling buruk apakah yang akan terjadi
3.mengapa hal itu terjadi ?
4. apa sebabnya hal itu terjadi
bila kita mampu menganalisa akibat yang menimbulkan kecemasan tersebut kita mungkin bisa mengatasinya atau kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah hidup dengan rasa sabar dan tabah atau dengan kata lain, lakukan sikap pasrah..serahkan semua masalah kepada Tuhan sang pencipta
cara kedua yg digunakan untuk mengatasi kegelisahan bisa dengan jalan intropeksi, misal :
1.akibat yang paling buruk yang manakah yang akan kita tanggung
2.akibat yang paling buruk apakah yang akan terjadi
3.mengapa hal itu terjadi ?
4. apa sebabnya hal itu terjadi
bila kita mampu menganalisa akibat yang menimbulkan kecemasan tersebut kita mungkin bisa mengatasinya atau kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah hidup dengan rasa sabar dan tabah atau dengan kata lain, lakukan sikap pasrah..serahkan semua masalah kepada Tuhan sang pencipta
10.4 Keterasingan
keterasingan adalah
bagian dari hidup, sebentar maupun lama orang pernah mengalaminya tetapi dalam
jangka waktu yang berbeda beda
keterasingan eksternal
keterasingan yang disebabkan oleh orang luar contoh karena sifat sombong, egois , pelit dan lain lain...orang lain jadi malas bergaul dengannya sehingga orang itu dijauhkan dari pergaulan
keterasingan internal
keterasingan karena memang orang tersebut yang menjauhkan diri dari pergaulan karena orang tersebut merasa ada yang kurang didalam dirinya.dan lain lain
keterasingan eksternal
keterasingan yang disebabkan oleh orang luar contoh karena sifat sombong, egois , pelit dan lain lain...orang lain jadi malas bergaul dengannya sehingga orang itu dijauhkan dari pergaulan
keterasingan internal
keterasingan karena memang orang tersebut yang menjauhkan diri dari pergaulan karena orang tersebut merasa ada yang kurang didalam dirinya.dan lain lain
Dalam karya
sastra Abdul Muis yang berjudul “Salah
Asuhan”, Hanafi yang berpendidikan
Barat adalah tipe orang yang sombong, angkuh, tak menghonnati
orang lain. Ia menganggap rendah dan
kolot masyarakat Minangkabau, sehingga ia
terasing karena dibenci, tak disukai oleh masyarakat sekitarnya.
Dikalangan teman-temannya sendiri ia dibenci dan dijauhi
karena sifatnya yang membeda-bedakan
teman-temannya. Ini terbukti ketika ia bersama
istrinya Corrie de Busye mengadakan pesta makan malam di
rumahnya di Jakarta. dengan mengundang
teman-temannya tetapi yang diundang
hanya ternan-ternan tamatan sekolah di Negeri Belanda
Pembedaan seperti ini tak disenangi oleh teman-temannya. sehingga tak
seorangpun yang hadir pada malam itu. Hanafi dan
Corrie istrinya dalam keterasingan.
Kekurang
yang ada pada diri seseorang dapat juga membuat
keterasingan. Dalam hal ini bukan
masyarakat yang membuat orang itu terasing.
melainkan dirinya sendiri karena ketidak
mampuan atau karen a membuat
kesalahan. Ketidakmampuan atau
kesalahan ini berpengaruh pada nama
baik atau harga diri atau
martabat orang yang bersangkutan.
Ketidakmampuan disini meliputi
kekurangan ilmu pengetahuan yang
dimiliki ataupun ketidakmampuan fisiko Kurang
ilmu pengetahuan ini disebabkan taraf pendidikannya
yang belurn sampai pada taraf tertentu yang dihadapinya
sekarang. Dengan demikian orang yang
bersangkutan tidak japat menyesuaikan diri
dengan masyarakat ilmiah yang dihadapinya
Karena itu ia merasa gelisah, terasing. Kesalahan yang
dibuat seseorang juga dapat membuat orang itu
dalam keterasingan, dan karena itu ia merasa gelisah.
10.5 Kesepian
Pengertian kesepian
kesepian berasal dari
kata sepi yang berarti sunyi , tidak berteman, setiap orang pernah mengalami
kesepian. karena kesepian merupakan bagian dalam hidup. rasa sepi itu
tergantung pada mental orang dan kasus penyebabnya
3 penyebab kesepian :
- ruang liingkup
pergaulan yang sempit
Contoh : Mempunyai rumah yang jauh / terpisah dari
lingkungan sekitar.
- tidak mempunyai daya
tarik
Contoh : tidak bisa mencairkan / mengikuti suatu suasana.
- mempunyai sikap /
perilaku yang buruk
10.6 Ketidak pastian
Ketidak pastian adalah
keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu,
tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas, itu semua bisa disebabkan karena pikiran yang tidak
konsentrasi oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berfikir secara teratur apalagi mengambil kesimpulan
beberapa sebab orang tak dapat berfikir dengan pasti
1. obsesi
gejala neurosa jiwa yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal hal yang tidak menyenangkan.atau sebab sebabnya tak diketahui oleh penderita. misal selalu berfikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia
2.phobia
rasa ketakutan yang tak terkendali,tidak normal kepada sesuatu hal atau kejadian yang tanpa diketahui sebab sebabnya
3.kompulsi
adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan serupa berkali kali
4.histeria
adalah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental , kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, tidak mampu menguasai diri , sugesti dari sikap orang lain
5.delusi
menunjuk-khan pikiran yang tidak beres karena berdasarkan suatu keyakinan palsu, tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada unsur kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman (delusi melancholis merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa)
6.halusinasi
khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera
7. keadaan emosi
dalam keadaan tertentu seseorang terpengaruh emosinya, ini nampak pada gangguan pada nafsu makan, pusing pusing, muka merah, nadi bergerak cepat, keringat, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, sikap apatis, sikap terlalu bergembira dengan gerakan misal lari-larian, nyanyian, ketawa, berbicara , sikap berupa kesedihan yang menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, tidak mau bicara, diam seribu bahasa, termenung dan menyendiri
orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berfikir secara teratur apalagi mengambil kesimpulan
beberapa sebab orang tak dapat berfikir dengan pasti
1. obsesi
gejala neurosa jiwa yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal hal yang tidak menyenangkan.atau sebab sebabnya tak diketahui oleh penderita. misal selalu berfikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia
2.phobia
rasa ketakutan yang tak terkendali,tidak normal kepada sesuatu hal atau kejadian yang tanpa diketahui sebab sebabnya
3.kompulsi
adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan serupa berkali kali
4.histeria
adalah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental , kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, tidak mampu menguasai diri , sugesti dari sikap orang lain
5.delusi
menunjuk-khan pikiran yang tidak beres karena berdasarkan suatu keyakinan palsu, tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada unsur kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman (delusi melancholis merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa)
6.halusinasi
khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera
7. keadaan emosi
dalam keadaan tertentu seseorang terpengaruh emosinya, ini nampak pada gangguan pada nafsu makan, pusing pusing, muka merah, nadi bergerak cepat, keringat, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, sikap apatis, sikap terlalu bergembira dengan gerakan misal lari-larian, nyanyian, ketawa, berbicara , sikap berupa kesedihan yang menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, tidak mau bicara, diam seribu bahasa, termenung dan menyendiri
10.7 Usaha mengatasi ketidak pastian
Orang
yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau
kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya.Untuk dapat
menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai kata
penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat
sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi
penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Bila penyebabnya
itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan
orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa
dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi. Orang takut
ular, takut ulat yang berbulu, dapat disembuhkan karena dibiasakan
dengan benda-benda tersebut. Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila
mengalami musibah, baru berkurang kesombongannya,
tetapi mungkin tidak. Andai kata mereka
sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi
yang menyembuhkan masyarakat sekitamya dan dirinya sendiri.
Sumber
Nugroho, Widyo dan Muchji. 1996. Seri Diktat Kuliah MKDU : Ilmu Budaya Dasar.
Jakarta : Universitas Gunadarma.
BAB XI
MANUSIA DAN HARAPAN
11.1 Pengertian harapan
Setiap
manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati
dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya
berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada
pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.
Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai
harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan
tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa
"Si pungguk merindukan bulan" Berhasil atau tidaknya suatu harapan
tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan
nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir
kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A.
luluspun mungkin tidak. Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan
pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan
terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa.
Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan. Harapan berasal dari
kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan
berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut
masa depan.
Contoh
: Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma, ia rajin belajar dengan harapan
didalam ujian semester mendapatkan angka yang baik Hadir seorang wiraswasta
yang rajin. Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya
menjadi besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu
berusaha bersungguh-sungguh dengan usahanya.
Dan kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadir ialah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Budi belajar tanpa mengenal waktu dan Hadir bekerja tanpa mengenal lelah. Semuanya itu dengan suatu keyakinan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk rnewujudkan harapan itu hares disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
Dan kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadir ialah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Budi belajar tanpa mengenal waktu dan Hadir bekerja tanpa mengenal lelah. Semuanya itu dengan suatu keyakinan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk rnewujudkan harapan itu hares disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
keduanya
menyangkut masa depan karena belum terwujud pada umumnya dengan cita-cita
maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
11.2 Sebab manusia punya harapan
Menurut
kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung
disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau
anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan
hidup. Ditengah - tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan
berkembang balk fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yabg
mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan
dorongan kebutuhan hidup.
Kodrat
ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam din
manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira,
berpikir, berjalan, bcrkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia
mempunyai kemampuan untuk itu semua. Dorongan kodrat menyebabkan manusia
mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan
sebagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin
tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak.
Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru
sedihlah mereka. Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena
binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan
kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali
perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki
budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut
tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui
lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dengan budinya manusia dapat mengetahui
mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan
dengan kehendaknya manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing
sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan clan kemampuan untuk hidup bergaul,
hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini,
maka manusia mempunyai harapan. Dorongan kebutuhan hidup Sudah kodrat pula
bahwa manusia mempunyai bennacani-macant kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu
pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan
rohani Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang,
pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan. Untuk memenuhi semua
kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan,
kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisilc/jasmaniah maupun
kemampuan betpikimya. Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan
hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah
keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut
Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia
itu ialah :
a)kelangsungan
hidup (survival)
b)keamanan
( safety )
c)hak
dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)diakui
lingkungan (status)
e)perwujudan
cita-cita (self actualization)
Kelangsungan
hidup (survival)
Untuk
melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, ppangan dan papan (tempat
tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terns berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia
Sandang, semula hanya berupa perlindungan/kemanan, untuk melindungi dirinya dan cuaca. Tetapi dalam perkembangan hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan
kemanan, tetapi lebih cenderung kepada kebutuhan lain. Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. Rumah kebutuhan primer manusia, karena nunah itu sebagai tempat berlindung, dan panas, gelap, dan sebagainya. Untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Dengan pengetahuan yang tinggi harapan memperolleh pangan, sandang, dan papan yang layak akan terpenuhi. Atau tiap manusia perlu kerja keras dengan, harapan apa yang diinginkan : pangan, sandang dan papan yang layak terpenuhi.
Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terns berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia
Sandang, semula hanya berupa perlindungan/kemanan, untuk melindungi dirinya dan cuaca. Tetapi dalam perkembangan hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan
kemanan, tetapi lebih cenderung kepada kebutuhan lain. Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. Rumah kebutuhan primer manusia, karena nunah itu sebagai tempat berlindung, dan panas, gelap, dan sebagainya. Untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Dengan pengetahuan yang tinggi harapan memperolleh pangan, sandang, dan papan yang layak akan terpenuhi. Atau tiap manusia perlu kerja keras dengan, harapan apa yang diinginkan : pangan, sandang dan papan yang layak terpenuhi.
11.3 Pengertian Do’a
Doa adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati
untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya.
Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri
kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan
tercapainya sesuatu yang dimohonkan. Itulah pengertian doa secara syar’i yang
sebenanya.
Doa dalam pengertian pendekatan diri kepada Allah dengan sepenuh
hati, banyak juga dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan Al-Qur’an banyak
menyebutkan pula bahwa tadharu’ (berdoa dengan sepenuh hati) hanya akan
muncul bila di sertai keikhlasan. Hal tesebut merupakan kebiasaan yang
dilakukan oleh orang-orang shalih. Dengan tadharu’ dapat menambah kemantapan
jiwa, sehingga doa kepada Allah akan senantiasa dipanjatkan, baik dalam keadaan
senang maupun dalam keadaan susah, dalam penderitaan maupun dalam kebahagiaan,
dalam kesulitan maupun dalam kelapangan. Dalam Al-Qur’an Allah telah menegaskan
: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya
di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya, dan janganlah kedua
matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia, dan
janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati
Kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”
(QS. Al-Kahfi : 28).
Fungsi doa dalam kehidupan sehari-hari
Walaupun secara kualitas doa disejajarkan dengan
setengah ibadah wajib, tapi dari segi substansinya doa merupakan inti dari
setiap ibadah yang kita lakukan kepada sang pencipta. Shalat yang kita lakukan
terdiridari kumpulan doa, mulai dari awal takbir sampai salam, begitupun ibadah
yang lain. Makanya tak salah kalau Rasullulah mengatakan bahwa doa adalah ruhnya
ibadah. Tanpa doa ibadah tidak akan punya arti apa-apa.
11.4 Kepercayaan
Kepercayaan
berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan
akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar ia tidak percaya pada din
sendiri saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu kurang dapat
dipercaya Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah kita hams percaya
akan nasehat-nasehat kyai itu, karena nasehat-nasehat itu diambil dari ajaran
Al-Quran Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengan dalam ucapan
sehari-hari itu, maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah
kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan
basil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran
pengetahuan yang didasarkan alas orang lain itu disebabkan karena orang lain
itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang
yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima
dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar
kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan. Dalam
agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya
diberitahukan oleh Tuhan - langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam
agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas
keyakinan sendiri menimbulkan juga hak her agama menurut keyakinan. Dalam hal
beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang
beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Kebenaran
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai anti khusus bagi hidupnya. la merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.
Dalam tingkah laku, ucapan, perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar, bahwa ketidak benaran dalam bertindak , berucap maupun bertindak dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya, seperti peribahasa yang mengatakan, "sekali lancung ke ujian, selama hidup orang talc percaya", karena itu, wajarlah kalau ketidakbenaran dapat berakibat kegelisahan, ketidakpastian, dan kedukaan.
Dalam agama Budha ada ajaran yang dinamakan "jalan utama delapan rang". Yang isinya, agar setiap pemeluknya memiliki pandangan yang benar, perbuatan yang benar, mata peruaharian yang benar, perhatian yang benar, dan konsentrasi yang benar.
Tujuan ajaran itu agar pemeluknya tidak mengalami duka, kegelisahan, dan ketidakpastian.
Ajaran kebenaran itu juga kita temui dalam agama-agama lain. Jelaslah bagi kita, bahwa kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, memperjuangkan kebenaran. Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya "filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai anti khusus bagi hidupnya. la merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.
Dalam tingkah laku, ucapan, perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar, bahwa ketidak benaran dalam bertindak , berucap maupun bertindak dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya, seperti peribahasa yang mengatakan, "sekali lancung ke ujian, selama hidup orang talc percaya", karena itu, wajarlah kalau ketidakbenaran dapat berakibat kegelisahan, ketidakpastian, dan kedukaan.
Dalam agama Budha ada ajaran yang dinamakan "jalan utama delapan rang". Yang isinya, agar setiap pemeluknya memiliki pandangan yang benar, perbuatan yang benar, mata peruaharian yang benar, perhatian yang benar, dan konsentrasi yang benar.
Tujuan ajaran itu agar pemeluknya tidak mengalami duka, kegelisahan, dan ketidakpastian.
Ajaran kebenaran itu juga kita temui dalam agama-agama lain. Jelaslah bagi kita, bahwa kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, memperjuangkan kebenaran. Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya "filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1)Teori
koherensi atau konsistensi
Yaitu
suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau
konsisten dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh
: setiap manusia akan mati. Paul Manusia. Paul akan mati
2)Teori
korespondensi
Suatu
teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi pengetahuan yang
dikandung pemyataan itu berkomnponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju
oleh pemyataan tersebut.
Contoh
: Jakarta itu ibukota republik Indonesia
3)Teori
pragmatis
Kebenaran
suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat fungsional
dalam kehidupan praktis. Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu
diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindalc, berbuat, berucap, berupaya,
dan berpendapat. Sebab ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung
mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya
lagi.
11.5 Kepercayaan dan usaha
Dasar
kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu
dapat dibedakan atas :
1.
Kepercayaan pada
din sendiri
Kepercayaan
pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada did
sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada din
sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu
mengerjalcan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.
Kepercayaan
kepada orang lain
Percaya
kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru,
atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap
kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap
kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya.
Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak
terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
3.
Kepercayaan
kepada pemerintah
Berdasarkan
pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.
Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan
memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan
sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama
pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan,
sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan) Pandangan demokratis
mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rrakyat.
Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas
adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang,
mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan
(totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu
disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia
perorangan tidak mempunyai hak, is hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis
negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena
itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada
negara/pemerintah.
4.
Kepercayaan
kepada Tuhan
Kepercayaan
kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu
bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti
keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena
merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya.
Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai
kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan
daya kekuatannya. Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat
pertolongan dari padanya, manusia hams percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah
yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang
maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap
umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
a)meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
a)meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b)meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat
c)meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dennawan, dan
sebagainya
d)mengurangi
nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e)menekan
perasaan negatif seperti iri, dengki, fiinah, dan sebagainya
Sumber